Kelembagaan Bidang Sosial HIPOCI

“HICARE” merupakan singkatan dari “HIPOCI Carity dan Empowering”, yang mana HICARE ini merupakan bidang sosial yang ada di HIPOCI. Salah satu program kerja yang ada di HICARE ini adalah santunan anak-anak yatim, yang pada tahun 2015 dilakukan dalam rangka memperingati bulan Muharam 1437 H. Acara tersebut dihadiri oleh MUSPIKA Kecamatan Gekbrong, Kepala desa Kebonpeteuy selaku tuan rumah, Kepala desa/staff desa Gekbrong dan Kepala Desa/staff desa Songgom dan Staff PT TIV Cianjur. Dihadiri pula oleh sebagian besar mayarakat desa kebonpeteuy, Ulama dan tokoh desa.”Alhamdulillah tahun 2015 HIPOCI dapat menyantuni sebanyak 55 anak yatim dan kami optimis akan lebih banyak lagi anak yatim yang bisa kami santuni” ungkap Dadang (Ketua HIPOCI), dalam sambutan pembukaan acara. Masih menurut Dadang, semakin banyak HIPOCI melakukan kegiatan sosial terutama santunan terhadap anak yatim, InsyaAllah HIPOCI akan selalu Sukses dan Berkah, sesuai dengan Slogan HIPOCI.

hicare-1

Gathering Pemilik AHS di Sawah Organik HIPOCI

Acara yang bertemakan Kunjungan Ibu AHS pada panen raya HIPOCI, pada jumat 30 oktober 2015 berlangsung meriah dan Alhamdulillah lancar. Bejudul “Bersama untuk Indonesia yang lebih sehat” acara ini diselenggarakan karena bermaksud untuk mempromosikan produk organik yaitu beras MYRICE produksi HIPOCI. Produk MYRICE akan dipasarkan pada outlet-outlet AHS melalui saluran distribusi KECIPIR.

Pada Acara tersebut juga dilaunching kemasan dan harga produk yang baru. Berlangsung disawah dibawah terik matahari tidak menyurutkan ibu-ibu pemilik outlet AHS turut semangat saat harus panen padi, praktek pembuatan pupuk organik. Selain itu peserta juga mendapatkan materi tentang product Knowledge MYRICE dan pengetahuan seputar pertanian organik dari Pak Ujang Zenal (Dewan Pakar HIPCOI).

Setelah puas dengan acara di sawah diakhiri dengan makan siang nasi organik putih, merah dan hitam, peserta menuju ke pabrik Aqua Plant Cianjur untuk melakukan plant visit.

Tabungan Sampah Membawa Berkah

Jika mendengar kata sampah pasti yang akan muncul dibenak kita adalah sesuatu yang identik dengan sesuatu yang negatif dan menjijikan. Ya, memang sampah akan dikonotasikan dengan kata kumuh, kotor, jorok, sampai bau busuk. Kita bisa menilai suatu tempat itu disebut sebagai pemukiman kumuh karena atas peranan sampah di pemukiman tersebut. Dan biasanya pemukiman kumuh tersebut juga didiami oleh orang‐orang yang kepedulian terhadap penanganan sampah relatif rendah.

Namun cerita diatas tidak berlaku bagi Desa Kebonpeteuy Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur. Sejak adanya program waste management CSR PT. Tirta Investama yang efektif dimulai tahun 2014 yang didalamnya dibentuk kepengurusan pengelolaan sampah dari limbah rumah tangga yang diberi nama BINA LESTARI dengan depo sampahnya, telah mampu merubah pandangan dan perilaku masyarakat terhadap sampah. Sekarang meskipun belum semuanya tetapi sebagian besar warga Desa Kebonpeteuy sudah terlibat aktif dalam program waste management.

Seperti yang diceritakan oleh pak Kamal yang menjadi koordinator Kelompok Pengelolaan Sampah dan Tabungan Sampah desa Kebon Peteuy, “Sekarang warga Desa Kebonpeteuy sudah berteman dengan sampah” . Loh ko bisa? Berteman dengan sampah apa maksudnya…?. Ya memang sekarang warga Desa Kebonpeteuy tidak lagi melihat sampah sebagai musuh yang kerap menimbulkan masalah. Bagi warga sampah sudah menjadi harta sekaligus asset bagi keluarga mereka. Sebagai contoh kecil saja ketika anak‐anak mereka jajan beli minuman dengan kemasan botol setelah isinya diminum habis, kemasan botol tadi tidak lagi langsung dibuang begitu saja tetapi disimpan untuk dibawa pulang. Adanya program waste management memungkinkan warga untuk mengumpulkan sampah rumah tangga untuk kemudian dijual ke kelompok pengelolaan sampah yang diketua pak Kamal.

Hasil penjualan sampah tersebut menjadi penghasilan tambahan bagi keluarga yang disimpan dalam bentuki tabungan sampah yang akan diambil dan digunkakan sewaktu‐waktu untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti untuk membeli beras raskin, membayar tagihan listrik, untuk dibelikan perabotan rumah tangga atau sebagai simpanan untuk kebutuhan Hari Raya, namun tidak sedikit juga digunakan untuk jaga‐jaga jika ada kebutuhan mendesak misalnya ada anggota keluarga yang sakit mendadak. Seperti yang pernah dialami oleh Ibu Nining. “Saat itu ada anak saya yang tiba‐tiba sakit kebetulan suami lagi tidak ada kerjaan sehingga benar‐benar tidak punya uang untuk sekedar berobat ke puskesmas, saya sudah bingung harus nyari uang kemana lagi, namun saya teringat mempunyai tabungan sampah di pak Kamal. Saat itu juga saya pergi menemui pak Kamal dan bertanya sudah ada berapa tabungan sampah saya dan setelah dihitung ternyata ada sejumlah Rp 70 ribu langsung saja saya minta dicairkan dan langsung membawa anak saya yang sakit berobat ke Puskesmas. Allhamdulillah berkat tabungan sampah anak dapat berobat, memang benar tabungan sampah membawa berkah…”.

Dadang Ikhwan Sukmana, Ketua Umum HIPOCI

Hubungan antar sesama masyarakat di kampung saya tidak terlepas dari sektor pertanian. ada hubungan social, ada hubungan agama, hubungan ekonomi bahkan sampai hubungan politik pun sangat erat kaitannya dengan sektor pertanian. Tentunya hubungan ini dikarenakan mayoritas profesi masyarakat di kampung saya adalah petani. Akan tetapi profesi petani ini belum dirasakan cukup untuk memenuhi semua kebutuhan para petani.

Sedikit sekali petani yang benar -benar memiliki lahan sawah milik pribadi, rata -rata hamparan sawah yang luas merupakan milik segelintir orang saja, karena mayoritas petani hanya sebagai “buruh tani” maka tidak heran kehidupan petani jauh dari kata sejahtera.

Demikian sedikit gambaran yang bisa saya uraikan tentang “petani”. Itu merupakan gambaran kehidupan petani sekitar 5 tahun ke belakang, lain halnya dengan sekarang setelah hadirnya PT. Tirta Investama (AQUA) yang telah ikut memikirkan dan membantu dalam mengembangkan sektor pertanian di daerah saya dan saya di amanahkan oleh masyarakat dan pe rusahaan tersebut untuk menjadi ketua umum dalam lembaga pertanian yaitu Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia (HIPOCI). Saya, pengurus HIPOCI, dan petani telah banyak mendapatkan manfaat dari bantuan perusahaan tersebut, kami di ajarkan mengolah dan mengelola pertanian terpadu yang baik dan benar yang pengelolaannya secara ramah lingkungan dan organik sehingga masyarakat kami mempunyai jaminan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sehat, kami di ajarkan mengelola manajemen lembaga supaya lembaga pertanian kami tetap terarah, kami diajarkan mengelola keuangan melalui koperasi supaya kami bisa menentukan bahwa usaha di sektor pertanian merupakan usaha yang menguntungkan dan bisa mencukupi sandang pangan kami. Dalam prasasti HIPOCI kami berjanji untuk tet ap memajukan dan mengembangkan sektor pertanian organic terpadu. HIPOCI Sukses Berkah !!!