HIPOCI Studi Banding ke Tani bangkit

Pertambahan penduduk yang dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan bahan pangan membuat pola budidaya pertanian mutlak dirubah. Kesehatan dan keamanan pangan menjadi perhatian hampir semua kalangan, pola pertanian dahulu yang banyak input kimia perlahan mulai kembali pada konsep pertanian organic. Pertanian organic dapat diwujudkan melalui rehabilitasi kondisi tanah, salah Satu upaya meningkatkan kesehatan tanah ialah dengan menambahkan bahan organic melalui kearifan local atau masukan sendiri dari dalam usaha tani itu sendiri. Penggunaan pupuk hijau, pupuk hayati, peningkatan biomassa, penyiapan kompos yang diperkaya dan pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit secara hayati diharapkan mampu memperbaiki kesehatan tanah dan meningkatkan kualitas hasil pertanian (Sutanto, 2006).

Cianjur merupakan salah satu kabupaten di jawa barat yang memiliki potensi alam dalam pertanian yang cukup besar, diantaranya padi. Konsep pertanian konvensional yang telah lama dianut dan dilaksanakan oleh hampir semua petani padi di Cianjur, perlahan mulai dikembalikan pada konsep pertanian organic.

Adalah kelompok tani bangkit yang diketuai oelh bapak Ajan (75) salah satu dari sekian banyak poktan yang merintis dan mempertahankan konsep pertanian organic setelah mendapatkan pelatihan dan dampingan dari PPL Kecamatan Cianjur sejak tahun 2008 silam yang berlokasi di Kampung Pasir Batu Desa Bakan Karet  Kecamatan Cianjur dan hingga saat ini sudah memperoleh sertifikasi pertanian organic.

 

Bermula dari penasaran dengan konsep pertanian organic, pak ajan mulai mempraktikan hasil dari pertemuan – pertemuan dan pelatihan yang diadakan oleh pihak dinas pertanian dan PPL, mulai dari 2008 merintis dari lahan pribadinya dan secara perlahan mulai merangkul anggotanya untuk dapat mempraktikkan pertanian organic yang telah terbukti memberikan hasil yang memuaskan.

Bertepatan dengan keinginan HIPOCI untuk kembali dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian ramah lingkungan menuju organic murni, maka pada tanggal 24 Agustus 2017 dilaksanakan kegiatan pelatihan dan studi banding pertanian organic dengan kelompok pertanian organic tani bangkit. Dalam acara tersebut, dipaparkan bagaimana gambaran pertanian organic yang secara keseluruhan menggunakan bahan – bahan input pertanian yang ada disekitar para petani tinggal, mulai dari bahan organic (pupuk kandang, kompos, poc, dll), bahan pestisida nabati sampai dengan perbanyakan agensia hayati untuk mengatasi hama dan penyakit.

Hadir dalam acara tersebut penyuluh pertanian dari BPP kecamatan cianjur, yang menjelaskan materi mengenai pertanian organic. Bahwa lahan sawah yang benar dapat dinyatakan organic adalah setelah melewati 3 tahun (9 musim tanam) dengan masukan murni bahan organic tanpa ada sedikitpun input kimia, bila masih menggunakan sedikit saja bahan kimia, maka tidak dapat dikatakan organic.

 

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan beberapa teknik memproduksi pestisida nabati dari bahan yang sangat mudah didapat di sekitar petani, diantaranya jahe, lengkuas, daun suren, bawang putih, dan sereh wangi. Semua bahan ditumbuk hingga sedikit halus kemudian dicampur dengan air dan disimpan 24 jam untuk kemudian dapat digunakan sebagai penangkal hama walang sangit, belalang.

Dalam kesempatan ini, petani dari (HIPOCI) berkesempatan juga melakukan praktek pembuatan pestisida nabati dari bahan yang ada disekitar. Dan juga meninjau langsung lahan sawah yang telah menggunakan konsep pertanian organic.

Para petani dari Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia sangat antusias terhadap kegiatan pelatihan dan studi banding ini, semoga apa yang telah diperoleh dari hasil pelatihan dan studi banding ini dapat dipraktekan di daerah Gekbrong secara perlahan menuju pertanian organic yang ramah lingkungan.

Mantap! Gekbrong Jadi Pusat Pertanian Sehat di Cianjur

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Sejak dulu Cianjur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbaik di Indonesia. Itu sebabnya upaya untuk menjaga kualitas beras cianjur terus dilakukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat dan juga sektor swasta. AQUA Grup yang menjalankan kegiatan operasional melalui pabriknya di kecamatan Gekbrang pun telah menjalankan program pengembangan pertanian sehat secara terpadu sejak pabrik mulai dibangun pada tahun 2009.

“Program ini dilaksanakan secara berkelanjutan kerjasama dengan masyarakat di kecamatan Gekbrong dan LSM,” kata Direktur Aqua Grup Rachmat Hidayat, seusai menghadiri peresmian penetapan Kecamatan Gekbrong sebagai pusat pertanian sehat di Desa Kebon Peteuy Gekbrong Cianjur, Rabu (25/5).

Menurut Rachmat, pengembangan program pertanian sehat di kecamatan Gekbrong ini terus dilakukan oleh Himpunan Petani Organik Cianjur (HIPOCI). Kini Hipoci yang beranggotakan sekitar 700 petani telah mampu menghasilkan beras 133 ton per musim tanam.

“Hasil produksi itu telah mampu mememuhi kebutuhan konsumen beras sehat di Cianjur, Bandung dan Jakarta,” paparnya.

Rachmat memaparkan, penetapan kecamatan Gekbrong sebagai pusat pertanian sehat di cianjur ini merupakan hasil kerjasama Hipoci, Pemkab Cianjur dan Aqua Grup.

Kerjasama ini diarahkan agar beras sehat hasil produksi Hipoci dapat didistribusikan atau dijual oleh para pengelola Aqua Home Service (AHS), di Jabodetabek.

“Jadi AHS, selain mendistibusikan produk Aqua galon, juga akan menjual beras sehat dari Kecamatan Gekbrong,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Aqua Gekbrong, Jajang memaparkan, pada hari ini juga kita menyaksikan peluncuran beras sehat merk Orisa yang diolah dengan menggunakan system pertanian ramah lingkungan dan peresmian rumah penggilingan padi. Acara peresmian ini juga ditandai dengan penanaman padi sehat oleh 1000 orang di atas lahan seluar lima hektar yang diiringi penampilan kesenian tradisional.

“Para pengujung juga dapat melihat secara langsung hasil produksi Hipoci berupa produk perikanan, pertanian, peternakan dan makanan,” papranya.

Terpisah, Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang diwakili wakil bupati Cianjur, Herman Suherman memaparkan, keberadaan Hipoci dan kiprahnya kemudian membuat Kecamatan Gekbrong kini ditetapkan sebagai pusat pertanian sehat di kabupaten cianjur.

“Dengan ditetapkannya Kecamatan Gekbrong sebagai pusat pertanian sehat di cianjur diharapkan lahan pertanian di Gekbrong dapat dikelola secara optimal, sehingga pendapatan petani pun meningkat,” imbuhnya.

Sumber:
http://jabar.pojoksatu.id/cianjur/2016/05/26/mantap-gekbrong-jadi-pusat-pertanian-sehat-di-cianjur/3/

Cianjur Mulai Giatkan Pertanian Sehat

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencanangkan Kecamatan Gekbrong sebagai wilayah pertanian sehat berbasis lingkungan. Saat ini pertanian di Cianjur sudah menggunakan berbagai bahan organik. “Hasil produksi pertanian berupa beras organik, selain menyehatkan juga lebih bagus dan mahal. Penggunaan bahan-bahan organik juga menjadi upaya penyelamatan lingkungan,” kata Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman seusai menghadiri acara penanaman padi organik di Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gekbrong, Rabu (25/5). Pengembangan program pertanian sehat di wilayah itu dilakukan Himpunan Petani Organik Cianjur, yang beranggotakan sekitar 700 orang. Setiap musim tanam, 133 ton beras sehat organik diproduksi dan dipasarkan ke Cianjur, Bandung, dan Jakarta.

Sumber:
http://www.mediaindonesia.com/news/read/47313/cianjur-mulai-giatkan-pertanian-sehat/2016-05-26

Wakil Bupati Targetkan Kecamatan Sentra Padi Organik

Antarajabar.com – Wakil Bupati Cianjur, Jabar, Herman Suherman, menargetkan sejumlah wilayah penghasil padi di wilayah tersebut menjadi sentra padi organik seperti di Kecamatan Gekbrong selain sebagai penghasil padi dengan jenis Pandawangi.

“Harapan kami tidak hanya di Gekbrong tapi diseluruh kecamatan yang menjadi sentra pertania, dapat menghasilkan beras organik, selain ramah lingkungan harga jual beras organik lebih mahal dari padi lain, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi petani,” katanya usai melakukan penanaman padi organik bersama Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia di Desa Kebon Peuteuy, Kecamatan Gekbrong, Rabu.

Kegiatan tersebut didukung penuh Aqua Group, sebagai bentuk CSR yang diberikan produsen air mineral terbesar di Indonesia.

Dia menjelaskan, dengan menanam padi organik, petani tidak akan lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk non organik yang harganya selalu dikeluhkan mahal ketika musim tanam tiba.

“Selain itu, pemanasan global dapat diatasi kalau semua tanaman di Cianjur tidak lagi mengunakana pupuk non organik yang dapat merusak lapisan ozon,” katanya.

Bahkan ungkap dia, pasangan Irvan dan Herman akan “Menjagokan” kecamatan yang merupakan lumbung padi Cianjur lainnya, untuk mengembangkan lebih luas lahan yang ditanami padi organik.

“Saat ini kita punya jago Kecamatan Warungkondang yang terkenal dengan beras Pandanwanginya, jadi tidak salah kalau Gekbrong terkenal dengan beras organiknya,” kata mantan Dirut PDAM itu.

Sementara Karyanto Wibowo Direktur Sustainable Developmen Aqua Group, mengatakan, sejak berdirinya pabrik Aqua di wilayah tersebut 2009, pihaknya telah menjalankan program pengembangan pertanian sehat secara terpadu , dimana program tersebut dilaksanakan secara bekerlanjutan bekerjasama dengan warga Kecamatan Gekbrong.

“Selanjutnya program tersebut, terus dilakukan Hipoci yang hingga saat ini memiliki 700 anggota petani dan mampu menghasilkan 133 ton beras organik setiap panen. Hasil produksi tersebut mampu memenuhi kebutuhan beras sehat untuk warga di Cianjur, Bandung dan Jakarta,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk target ke depan pihaknya berharap Hipoci dapat terus menambah anggotanya dari kecamatan lain penghasil beras di Cianjur, dimana tercatat puluhan petani di Kecamatan Warungkondang dan Cibeber telah mendaftarkan diri untuk mengembangkan padi organik.

“Tidak hanya pembinaan Aqua Group juga menyediakan lahan pemasaran untuk beras organik tersebut, dimana resepon pasar cukup tinggi di wilayah Jakarta dan Bandung. Kami melibatkan Aqua Home Servis di Jakarta untuk menjual beras organik dari Gekbrong pada konsumennya selain menawarkan Aqua dalam kemasan galon,” katanya.

Sumber:
http://www.antarajabar.com/berita/58168/wakil-bupati-targetkan-kecamatan-sentra-padi-organik

Tanam Padi Organik, Gekbrong Jadi Pusat Pertanian Sehat

TEMPO.CO, Jakarta – Kelompok petani di Cianjur yang beranggota sekitar 700 orang mulai menanam padi khusus organik. Program ini didukung Pemerintah Kabupaten Cianjur dan perusahaan Aqua Grup.

Himpunan Petani Organik Cianjur (Hipoci) ini membentuk Pusat Pertanian Sehat yang berlokasi di Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur.

Mereka menanam padi khusus organik berlabel Orisa yang bisa menghasilkan padi sebanyak 133 ton per musim tanam. “Kami harap program ini bisa meningkatkan pendapatan para petani serta menghasilkan produk beras yang sehat,” kata Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Rabu, 25 Mei 2016.

Program yang digagas di Kecamatan Gekbrong ini diharapkan menjadi kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menanam padi secara organik. Menurut Herman, Kabupaten Cianjur sebagai penghasil beras nasional harus mulai mengurangi produksi padi nonorganik.

“Kita harus mulai membuat program menanam padi organik dengan skala besar tingkat kabupaten. Mudah-mudahan dimulai dari Kecamatan Gekbrong dan ke depannya bisa terus berkembang,” ucapnya.

Direktur Sustainable Development Aqua Grup Karyanto Wibowo menjelaskan, program pertanian sehat ini merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi dengan warga. Menurut dia, pabriknya ada di Kecamatan Gekbrong, sehingga harus punya koneksi dengan lingkungan sekitar.

“Penanaman padi organik berhubungan dengan proteksi sumber air karena mengurangi penggunaan pupuk kimia. Sebab, semua harus terkoneksi dengan air. Selain itu, petani bisa merasakan manfaat secara langsung,” ujarnya.

Karyanto menambahkan, perusahaan juga memfasilitasi pemasaran karena padi organik adalah sesuatu yang baru. “Kerja sama ini diarahkan, agar beras sehat hasil produksi Hipoci dapat didistribusikan oleh para pengelola Aqua Home Service yang biasa menjual Aqua galon,” tuturnya.

Sumber:
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/05/25/173774023/tanam-padi-organik-gekbrong-jadi-pusat-pertanian-sehat