Pak Agan (Pengurus Depo Sampah BINA LESTARI)

Salah satu yang melatarbelakangi kesepakatan pembentukan Bina Lestari adalah adanya permasalahan sampah yang ada di masyarakat. Sampah‐sampah ini menimbulkan banyak persoalan seperti bau, sarang nyamuk bahkan sampai penyebab banjir dan tanah longsor karena tersumbatnya saluran air. Sekarang adanya program Waste dengan pembentukan lembaga pengelolaan sampah Bina Lestari oleh PT. Tirta Investama Cianjur menjadikan sampah sampah terutama limbah rumah tangga dapat lebih terkelola dengan baik yang dampak positifnya bukan hanya bagi kebersihan lingkungan tetapi juga mampu memberikan tambahan pendapatan keluarga.

Dengan melihat manfaat yang dapat dirasakan kini hampir seluruh warga desa Kebon Peteuy yang awalnya susah untuk terlibat aktif tetapi sekarang berpartisipasi aktif mengumpulkan sampah rumah tangga untuk disetorkan ke ketua kelompok dan uang hasil penjualan sampah ini mereka jadikan “tabungan sampah”. Adanya tabungan sampah warga ini terbukti telah memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat, karena tabungan sampah ini menjadi tabungan simpanan warga yang dapat dipakai untuk kebutuhan hidup seperti pembelian beras “Raskin”, bayar listrik, pembelian kebutuhan peralatan rumah tangga, adanya acara acara hajatan maupun kebutuhan yang sifatnya mendadak seperti untuk berobat saat ada anggota keluarga yang sakit.

Melihat banyaknya dampak positif dari program ini membuat saya bertekad untuk terus dapat menjalankan dan menghidupkan program ini bahkan lebih berkembang lagi bukan hanya desa Kebon Peteuy tapi menjangkau desa desa selain Kebon Peteuy meskipun tidak sedikit juga hambatan dan masalah yang ada tetapi dengan dukungan penuh dari semua pihak saya optimis bisa!!!…

Ibu Lilis Maryamah (Kepala Desa Kebon Peuteuy)

Kebersihan merupakan cerminan budaya di wilayah desa kami yaitu Desa Kebonpeuteuy, namun banyaknya jumlah masyarakat yang beraktifitas baik di bidang pertanian, perdagangan, dan yang lain lainnya, tentu tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan salah satu dampak pada kebersihan di wilayah kami.

Dampak signifikan yang dinilai butuh penanganan adalah limbah yang dihasilkan dari aktifitas tersebut baik berupa limbah organik atau pun limbah anorganik. Namun dampak ini tidak menjadi kendala bagi desa kami hadirnya “BINA LESTARI” yang dibentuk oleh program CSR PT. Tirta Investama Cianjur.

Dengan adanya Bina Lestari dampak limbah di wilayah kami dapat di kelola dengan baik. Untuk penanganan limbah organik seperti sisa sayuran, kulit pisang, daun pisang bekas pembungkus makanan tradisional dan lain sebagainya akan diolah menjadi pupuk kompos dan dipasarkan ke masyarakat di wilayah setempat atau ke wilayah lainnya untuk kepentingan pertanian. Adapun limbah anorganik tentunya akan di pilah sesuai jenis dan ukuran yang berorientasi pada nilai jual limbah anorganik tersebut.

Hasil dari pengelolaan limbah ini tentunya menghasilkan dampak yg lainnya, diantaranya: Lingkungan, terciptanya pemukiman yang bersih dari sampah; Sosial, terbentuk budaya memilah sampah antara sampah organik dan anorganik; Ekonomi, setiap warga dan pengurus Bina Lestari bahkan pihak desa ikut merasakan manfaat dari penjualan limbah anorganik; Pertanian, berkontribusi dari limbah organik berupa kompos untuk pupuk dasar pada pertanian padi organik.

Elin (Kader PHBS Desa Gekbrong)

Sebagai salah satu kader PHBS saya dapat merasakan manfaat yang dapat diambil dari program ini. Meskipun diawal mengalami kesulitan untuk menyadarkan warga untuk hidup bersih karena memang tidak mudah merubah kebiasaan warga yang sudah bertahun tahun, namun sekarang warga sudah lebih peduli terhadap perilaku hidup sehat. Sudah timbul kesadaran kalau bukan dari mereka sendiri dari siapa lagi yang peduli kesehatan hidup mereka.

Kini warga tidak perlu lagi disuruh namun dengan kesadaran mereka sendiri sudah terbiasa membuang sampah pada tempat penampungan sampah yang telah disediakan. Selain itu juga sudah terbangun kesadaran untuk senantiasa menjaga lingkungan agar lebih rapi dengan rutin mengadakan kerja bakti pembersihan lingkungan wilayah mereka.

Namun ada beberapa kendala yang sekarang dihadapi yaitu tempat penampungan sampah yang sudah mulai penuh karena memang tidak ada proses pembuangan ke tempat lain. Kami berharap dapat difasilitasi untuk bisa di sinergikan dengan pihak dinas kebersihan untuk bisa mengambil sampah yang sudah dikumpulkan warga di tempat penampungan sampah desa.

Apendi S.Pd, MSi. (Kepala Sekolah SDN Gekbrong 3)

Program PHBS dan bantuan sarana air bersih di sekolah ini telah merubah perilaku para siswa dan menyadarkan betapa pentingnya hidup sehat. Terimakasih yang tiada tara saya ucapkan kepada PT. Tirta Investama Cianjur atas sumbangsihnya kepada sekolah kami yang telah memberikan program CSR nya baik bentuk PHBS, sarana air bersih dan yang lainnya.

Program ini sangat terasa manfaatnya buat kami seluruh warga SDN Gekbrong 3 dan membuat kami semakin bertekad untuk terus menerapkan program hidup sehat di sekolah. Anak anak juga semakin tersadarkan betapa pentingnya perilaku hidup sehat dan telah dipraktekkan dalam kehudupan sehari‐hari seperti cuci tangan bersama, gosok gigi bersama dan membuang sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan.

Apendi S.Pd, MSi.
Kepala Sekolah SDN Gekbrong 3

Solehudin (Ketua RT 04 RW 02 Kp. Mangkak Desa Songgom Kec. Gekbrong)

Saya sangat berterimakasih kepada PT. Tirta Investama yang telah memilih RT 04 Kp. Mangkak sebagai salah satu yang mendapatkan bantuan program CSR berupa sarana air bersih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga. Dahulu untuk memenuhi kebutuhan air warga mengalirkan air sungai yang sudah tercemar berbagi kotoran terutama limbah rumah tangga kerumahnya untuk memenuhi kebutuhan MCK bahkan untuk air minum.

Ketika ada acara Mauludan pun kebutuhan air minumnya harus mencari ke sumur satu‐satunya dan dengan jarak cukup jauh. Namun untuk sekarang dengan adanya bantuan sarana air bersih kebutuhan air bersih warga RT 04 Kp. Mangkak bahkan juga RT tetangga yang belum mendapat program terutama untuk kebutuhan air minum sudah tersedia dan yang terpenting layak konsumsi.

Solehudin
Ketua RT 04 RW 02 Kp. Mangkak Desa Songgom Kec. Gekbrong.