Klasifikasi peserta program Integrated Farming sistem (pertanian sehat/organik terintegrasi dibagi menjadi dua; yaitu Petani Organik dan Petani Sehat. Metode awal yang digunakan untuk menjaring petani hingga mau melakukan konversi lahan dari konvensional menuju kepada pertanian sehat kemudian organik adalah dengan mengajak mereka berhitung hasil produksi pertanian mereka. Berikutnya pemberian pinjaman berupa pupuk kompos oleh HIPOCI yang akan dibayar setelah panen.

Sampai dengan tahun 2015, program pertanian organik telah diikuti oleh 374 orang petani sehat dengan luas lahan yang mereka garap mencapai 70,53 Ha. Sedangkan untuk petani organik sebanyak 26 orang dengan luasan lahan sawah 19,65 Ha. Perkembangan cakupan program dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dapat di lihat pada grafik 1 di bawah ini.

grafik-pertanian

Dari grafik 1 di atas menunjukkan bahwa program IFS dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang signifikan baik dari sisi jumlah petani yang bergabung menjadi anggota maupun dari sisi luas lahan yang berhasil dikonversi dari lahan pertanian konvensional menjadi lahan pertanian sehat dan organik. Sampai dengan tahun 2015 ini jumlah petani yang menjadi anggota HIPOCI sebanyak 374 petani pertanian sehat dengan total luas lahan 70,33 ha. Sementara ada 26 petani yang sudah bertani organik dengan luas lahan 19,65 ha. Adanya tren kenaikan jumlah petani HIPOCI dari tahun ke tahun menggambarkan program IFS yang dilaksanakan selama ini telah memberikan dampak yang positif untuk petani dan membuka kesadaran petani akan pentingnya pertanian yang sehat dan ramah lingkungan. Tren kenaikan tersebut tidak berhenti sampai tahun 2015 saja, karena berdasarkan informasi dari pengurus HIPOCI sudah banyak petani lain yang sudah mengutarakan ketertarikannya dan ingin bergabung dengan HIPOCI untuk menanam padi sehat dan organik.